Reverse DNS adalah proses menggunakan DNS (Domain Name System) untuk menerjemahkan alamat IP menjadi hostname. Reverse DNS adalah kebalikan dari forward DNS, yang digunakan untuk menerjemahkan hostname yang dapat dibaca manusia ke alamat IP.

Permintaan DNS mulai dari 'root' di DNS tree. Dalam kasus reverse DNS, query bergerak dari root ke server DNS Regional Internet Registry (RIR), yang berisi informasi otoritatif untuk blok IP yang didelegasikan RIR, misalnya, 202/8: 202.in- Addr.arpa

Server DNS APNIC dapat memberikan rujukan jika memiliki informasi DNS Name Server (NS) dari jaringan atau pihak akhir yang menerima delegasi IP dari APNIC. Inilah yang kita sebut Reverse DNS (delegasi DNS balik).

Untuk semua alamat IP, Internet Assigned Numbers Authority (IANA) mengalokasikan ke APNIC, IANA juga mendelegasikan zona reverse DNS yang sesuai dalam domain in-addr.arpa dan ip6.arpa yang dikelola secara terpusat. (Sumber: www.apnic.net)

Penyedia jasa email yang baik, selalu menerapkan sistem pengecekan Reverse DNS (rDNS check) ini karena bila tidak, email pengirim yang menggunakan jasanya akan ditolak oleh mail server Penerima yang menerapkan pengecekan Reverse DNS. Settingnya tidak sulit dan lazimnya para System Administrator menguasainya.

Cara set up rDNS

Dilakukan hanya  1 cara yaitu melalui server DNS pemilik IP address. Memang untuk aplikasi sistem server DNS bermacam-macam, dengan cara input berbeda, tapi standar untuk penulisannya sama, yaitu tipe dari record-nya adalah PTR (Pointer Record).

Untuk FQDN (Fully Qualified Domain Name) juga begitu. Hostname mail server harus terdaftar di NS record-nya dengan A record berupa IP address mail server tsb.

Contoh: Jika hostname dari mail server tsb adalah mail.contoh.id maka di DNS server harus ada NS record yg berisikan mail.contoh.id dengan type A dan keterangan IP address untuk hostname tsb, misalnya 111.222.333.444. Jika sudah ditambahkan berarti nama mail.contoh.id sudah sesuai dengan FQDN, sehingga bisa di-query oleh DNS server lain dengan baik. Lihat gambar ilustrasi di bawah.

Kalau 1 IP digunakan untuk beberapa domain, bisa menggunakan NS record dg type CNAME canonical name atau alias.

Contoh penggunaan 1 IP address dengan banyak domain adalah mail server Pacific Link. Banyak domain menggunakan IP address yang sama dan tidak bermasalah.